IMAN KEPADA PARA NABI DAN RASUL-RASUL
1. Beriman kepada rasul-rasul
Beriman kepada rasul adalah salah satu rukun iman dalam agama Islam, dimana tidak sah iman seseorang tanpa beriman kepada para rasul tersebut.
Pengertian beriman kepada rasul-rasul adalah: meyakini secara pasti bahwa Allah SWT Mempunyai rasul-rasul, mereka sengaja dipilih Allah untuk menyampaikan risalahNya. Barangsiapa mengikuti mereka maka mendapat petunjuk dan barangsiapa yang mengingkarinya akan tersesat. Dan mereka para rasul telah menyampaikan semua yang telah diturunkan Allah kepada mereka secara jelas. Mereka telah menunaikan semua amanah, membimbing umat dan berjuang di jalan Allah dengan sebenar-benarnya, menegakkan hujjah, tidak ada sedikitpun isi risalah yang diganti atau diubah atau disembunyikan mereka. Kita wajib beriman kepada semua rasul baik yang disebutkan namanya atau yang tidak disebutkan, dan setiap rasul yang datang pasti membawa berita tentang kedatangan rasul setelahnya dan rasul yang dating sesudahnya membenarkan rasul-rasul sebelumnya. Firman Allah:
“Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami Hanya tunduk patuh kepada-Nya". (QS. 2 : 136)
Barangsiapa yang mendustakan salah seorang rasul maka berarti dia mendustakan Allah SWT yang telah membenarkan rasulnya, begitu juga barangsiapa yang durhaka kepada seorang rasul maka berarti dia telah durhaka kepada Allah SWT yang telah menyuruh untuk mentaatinya. Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan[373] antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), Merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. kami Telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan”. (QS. 4 : 150-151)
2. Hakikat Kenabian
Kenabian merupakan perantara antara Allah dan makhluk dalam menyampaikan syari’atnya, dan status kenabian merupakan perantara antara Allah dan makhluk dalam manyampaikan syari’at-Nya, dan status kenabian marupakan hak prerogratif Allah subhannahuwatanaala dimana Dialah yang menentukan siapa yangDia kehendaki untuk mendapatkan derajat kenabian,tidak ada usaha atau pilihan dari seseorang hamba untuk mendapatkan status tersebut. Allah berfirman:
“Allah memilih utusan-utusan-(Nya) dari malaikat dan dari manusia; Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Al-Haj:75).
Jadi status kenabian sifatnya adalah pemberian bukan sesuatu yang bisa diusahakan, tidak bisa di peroleh dengan bayak berbuat ketaatan atau ibadah, tidak pula berdasarkan pilihan atau permohonan dari nabi, akan kenabian semata-mata adalah pilihan dari Allah subhanahu wata’ala.


Comments
Post a Comment